Panduan Melakukan Recycle Sampah agar Memiliki Nilai Guna

Panduan Melakukan Recycle Sampah agar Memiliki Nilai Guna – Dalam melakukan recycle terhadap sampah harus memilah barang yang bisa dimanfaatkan kembali fungsinya. Di negara Indonesia dan negara luar tentunya mempunyai teknologi yang berbeda dalam melakukan proses daur ulang terhadap sampah yang ada di lingkungan sekitar.

Dengan begitu, melakukan proses daur ulang ini tentunya tidak hanya dilakukan di satu tempat saja. Daur ulang perlu dilakukan di beberapa tempat supaya bisa menjaga konsistensi untuk mengenakan tingkat jumlah pembuangan sampah.

Banyak sekali benda-benda yang dianggap tidak memiliki nilai guna ternyata masih bisa dimanfaatkan kembali baik itu dengan fungsi utama ataupun dialihkan fungsinya. Sehingga dengan dilakukan daur ulang bisa mengurangi pembuangan sampah yang membuatnya semakin menumpuk seperti gunungan yang tidak ada habisnya.

Produk Hasil dari Recycle Sampah

1. Plastik
Dari semua jenis plastik sebenarnya tetap bisa dimanfaatkan dengan fungsi yang berbeda. Cara untuk melakukan pengelolaan terhadap daur ulang sampah ini harus melalui tahap pembersihan, pembilasan dan diproses sesuai dengan keinginan.

Plastik dapat diproses untuk dijadikan pelet plastik berkualitas yang cenderung lebih rendah atau menjadi produk daur ulang lainnya. Produk untuk daur ulang plastik yang kualitasnya lebih rendah meliputi tempat sampah daur ulang, ventilasi, karton telur, isolasi, kemasan busa, karpet, furniture, penanda jalan, lantai, panel, alat pembersih dan lainnya.

2. Kaca
Bahan kaca ini tidak seperti jenis bahan plastik ataupun kertas. Hal ini dikarenakan, kaca merupakan salah satu bahan yang bisa sewaktu-waktu mengalami penurunan dari kualitas minimumnya apabila telah dilakukan proses daur ulang.

Dari faktor inilah yang menjadikan penggunaan bahan kaca lebih disarankan supaya tidak dibuang apabila memang tertarik dalam membantu untuk menekan peningkatan jumlah sampah yang terus berkumpul di TPA. Adapun untuk beberapa jenis bahan kaca yang bisa dilakukan daur ulang meliputi;

• Bingkai foto
• Gesekan yang mendukung pertandingan dan amunisi
• Bahan pada beton
• Bahan untuk cat reflektif jalan
• Lantai keramik
• Botol kaca lain, botol, wadah
• Fiberglass
• Pasir di pantai yang telah tersapu erosi secara terus menerus
• Dimanfaatkan untuk abrasif pada proses peledakan pasir

3. Logam
DIY bahan-bahan recycle bisa memanfaatkan logam untuk proses daur ulang yang dilakukan secara berulang kali tanpa harus melakukan pengubahan terhadap kualitasnya. Baja merupakan material yang lebih mudah untuk didaur ulang oleh masyarakat.

Daur ulang terhadap logam juga termasuk aluminium, perak, tembaga, emas, dan kuningan. Terdapat dua jenis metal yaitu ferrous dan non ferrous.

Pada jenis logam ferrous merupakan bahan yang telah dikombinasikan antara karbon dengan besi. Beberapa bahan untuk jenis logam ini pada umumnya sudah termasuk baja paduan, baja karbon, besi cor dan besi tempa.

Selain itu, ada logam non ferrous meliputi timah, tembaga, seng, dan aluminium. Logam mulia merupakan non ferrous yang meliputi platinum, emas, iridium, perak dan palladium.

4. Kertas
Kertas juga bisa dimanfaatkan untuk daur ulang guna mengalihkan fungsinya yang lebih berguna lagi. Namun, perlu dipahami untuk melakukan daur ulang terhadap kertas hanya dapat dilakukan beberapa kali saja jika memang kondisinya masih layak untuk digunakan.

Syarat yang dimiliki oleh kertas semakin pendek apabila sudah melalui tahapan proses daur ulang secara terus-menerus. Selain itu, kondisi kertas lebih mudah terkontaminasi dengan sisa makanan, minyak ataupun beberapa bahan lain yang menimbulkan kerusakan pada kertas.

Dengan alasan tersebut untuk proses daur ulang terhadap produk kertas yang dihasilkan juga bisa mengalami penurunan dari segi kualitasnya. Sejumlah kertas yang cukup sulit untuk dilakukan daur ulang seperti kertas basah, tisu, pizza yang sudah kotor karena saus dan minyak serta kertas faks.

Produk yang bisa dihasilkan dengan memanfaatkan daur ulang dari kertas diantaranya kartu ucapan, kertas kantor, kertas toilet dan tisu, majalah dan koran, karton serta handuk dan serbet kertas. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar tentunya bisa melakukan daur ulang untuk mengalihkan fungsi dari bahan kertas itu sendiri.

5. Sampah Organik
Sebagian besar limbah yang menumpuk di TPA yaitu berasal dari sampah organik. Adanya banyak sampah organik yang menumpuk sebenarnya tetap bisa terdegradasi di alam, namun tetap membutuhkan perlakuan secara khusus untuk menghancurkan sampah organik supaya lebih terurai dengan cepat.

Hal ini tentunya juga memberikan dampak negatif bagi lingkungan sekitar jika sampah organik tidak dilakukan pengelolaan dengan benar. Sampah organik yang telah terbuang pasti akan tercampur dengan banyaknya sampah non-organik dan justru hanya terjebak ditumbuhkan sampah di TPA.

Penumpukan sampah yang tidak terurai di TPA justru bisa menghasilkan gas metana yang menjadikannya lebih mudah terbakar dan bahkan bisa menciptakan ledakan yang sangat berbahaya di lingkungan sekitar. Timbulnya gas metana ini adalah jenis dari gas rumah kaca yang bisa menimbulkan kerusakan untuk lapisan ozon apabila langsung dilepaskan ke lingkungan.

Terdapat beberapa metode yang bisa digunakan dalam memproses sampah pada organik yang telah menumpuk seperti vermicomposing, pengomposan dan lubang biopori. Beberapa produk dari hasil daur ulang sampah organik diantaranya biogas, kompos dan pakan ternak.

6. Sampah Elektronik
Sampah elektronik merupakan komponen yang berbahaya dan menimbulkan racun apabila dibuang secara sembarangan. Kebocoran yang terjadi pada komponen berbahaya untuk sampah elektronik ini bisa mencemari lingkungan sekitar baik itu air ataupun tanah.

Sehingga ketika membuang sampah elektronik sebaiknya tidak dilakukan sembarangan dan mengikuti prosedur tertentu. Simpan terlebih dahulu sampai elektronik di tempat yang aman sebelum nantinya dilakukan distribusi pada agen daur ulang ataupun agen penjualan supaya dapat diproses secara maksimal.

Adapun untuk produk yang bisa dilakukan daur ulang sebenarnya sangat banyak dan dapat menggantikan fungsi utamanya. Proses daur ulang memiliki banyak manfaat supaya tidak menumpuk di TPA.

Cara Praktis Bikin Kompos Dari Sampah Organik

FuninthemakingCara Praktis Bikin Kompos Dari Sampah Organik Pembuatan Kompos Dari Sampah Organik. Dibandingkan dengan proses manufaktur baru, untuk mengurangi penggunaan bahan baku baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, degradasi lahan, dan emisi gas rumah kaca. Dalam hal ini, daur ulang merupakan salah satu strategi pengelolaan sampah yang meliputi kegiatan pemilahan, pengumpulan, pengolahan, pendistribusian, dan pembuatan sampah / bahan yang merupakan komponen utama pengelolaan sampah modern dan juga bagian dari pengelolaan sampah. Pengolahan limbah bertingkat, yang disebut “4 R” “kurangi, gunakan kembali, daur ulang, dan ganti”.

 

Cara Praktis Bikin Kompos Dari Sampah Organik

funinthemaking.net

 

Daur ulang adalah proses mengubah bahan bekas menjadi bahan baru.Tujuannya adalah untuk mencegah limbah yang sebenarnya berguna dibandingkan dengan proses sebenarnya, mengurangi penggunaan bahan baku baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, degradasi lahan, dan emisi gas rumah kaca. Buat item baru. Daur ulang merupakan salah satu strategi pengelolaan sampah yang meliputi kegiatan pemilahan, pengumpulan, pengolahan, pendistribusian dan pembuatan produk / bahan bekas, dan komponen utama pengelolaan sampah modern.Bagian ketiga adalah proses stratifikasi sampah 3R (reuse, Reduce dan mendaur ulang) dikutip dari liputan6.com.

Material yang dapat didaur ulang antara lain limbah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil dan produk elektronik. Meski serupa, proses pengomposan biasanya menggunakan limbah biomassa yang dapat terdegradasi secara alami, sehingga tidak digolongkan sebagai proses daur ulang. Untuk mengurangi kerusakan lahan, daur ulang lebih dipusatkan pada sampah yang tidak dapat terdegradasi secara alami di alam. Secara garis besar daur ulang mengacu pada proses pengumpulan sampah, pemilahan, pembersihan dan pembuangan bahan baru dalam proses produksi.

Baca Juga : Manfaat Daur Ulang Di Kehidupan Sehari – Hari

Dengan pemahaman yang terbatas, proses daur ulang harus menggunakan bahan yang sama untuk menghasilkan barang yang mirip dengan produk aslinya, misalnya kertas bekas harus dengan kualitas kertas yang sama, atau busa polistiren bekas harus sama kualitasnya dengan Polystyrene. Biasanya hal ini sulit dilakukan karena lebih mahal daripada proses pembuatan material baru. Oleh karena itu, daur ulang adalah proses menggunakan kembali bahan untuk produk yang berbeda. Bentuk daur ulang lainnya adalah mengekstrak bahan berharga dari limbah, seperti mengekstraksi emas dari prosesor komputer, mengekstraksi timbal dari baterai, atau mengekstraksi bahan yang berbahaya bagi lingkungan (seperti merkuri).

Daur ulang merupakan hal luar biasa yang bisa didapat dari sampah. Dibandingkan dengan proses ekstraksi aluminium dari tambang ke pabrik, proses daur ulang aluminium dapat menghemat 95% energi dan mengurangi polusi udara hingga 95%. Dengan mendaur ulang kertas, logam, kaca, dan plastik, Anda juga dapat menghemat banyak energi.

 

Menurut Ensiklopedia Bebas Wikipedia

funinthemaking.net

Daur ulang adalah proses mengubah bahan bekas menjadi bahan baru.Tujuannya adalah untuk mencegah limbah yang sebenarnya berguna dibandingkan dengan proses sebenarnya, mengurangi penggunaan bahan baku baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, degradasi lahan, dan emisi gas rumah kaca. Buat item baru. Daur ulang merupakan salah satu strategi pengelolaan sampah yang meliputi kegiatan pemilahan, pengumpulan, pengolahan, pendistribusian dan pembuatan produk / bahan bekas, dan komponen utama pengelolaan sampah modern.Bagian ketiga adalah proses stratifikasi sampah 3R (reuse, Reduce dan mendaur ulang).

Manfaat Produk Daur Ulang

funinthemaking.net

Penggunaan langsung kertas bekas untuk keperluan lain merupakan upaya untuk menghemat permintaan kertas berserat alami yang terus meningkat. Upaya pemanfaatan kembali kertas bekas akan berdampak positif pada kerusakan hutan di masa depan.Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa persyaratan untuk jenis karton umumnya harus konsisten sesuai dengan jenis gelombang (yaitu satu lapis, dua lapis, dll). Selain itu, jangan menekan karton yang bergelombang, karena kerutan akan hilang dan mengurangi kekuatan karton itu sendiri (Anonim, 2012). Selain mendaur ulang kertas ternyata banyak manfaatnya, ternyata mengurangi sampah organik RT dan mendaur ulangnya menjadi kompos ternyata membawa banyak manfaat. Selain lingkungan lebih bersih, juga sangat bermanfaat bagi orang yang hobi berkebun.

 

Cara Membuat Kompos Alami

Kompos merupakan pupuk alami yang berkualitas tinggi, sangat cocok untuk tanaman. Pasalnya, kompos tersebut berasal dari sampah organik alami, seperti sayur mayur bekas atau sisa makanan. Bahan organik ini tidak hanya aman bagi tanaman, tetapi juga meningkatkan kualitas hasil. Nah, Anda bisa dengan mudah membuat kompos sendiri dari limbah rumah tangga. Sungguh, cara membuat kompos dari sampah domestik tidak terlalu rumit! Sebelum Anda mulai membuat sampah, Anda perlu mengetahui jenis sampah apa yang cocok untuk dijadikan kompos.Sampah yang bisa dan tidak bisa dijadikan kompos.
Meski bisa dari sampah rumah tangga, bukan berarti semua jenis sampah bisa dijadikan bahan baku pembuatan pupuk organik. Hanya kompos yang terbuat dari bahan limbah terbaik yang dapat berkualitas tinggi.

Beberapa sampah organik yang bisa dijadikan kompos antara lain:

Sisa sayuran dari sayuran hingga daging busuk;
Kertas bekas dan kertas tipis yang tidak lagi digunakan;
Daun dan rumput
Sepotong kayu;
Bumbu kadaluarsa;
Kehilangan bulu hewan;
Debu di belakang lemari es;
Potong rambut;
Sebagian besar kotoran hewan peliharaan.
Tentu saja sampah semacam ini bersifat organik dan juga bisa didaur ulang.

Ada juga sampah rumah tangga yang tidak bisa digunakan untuk pembuatan kompos. Pupuk organik ini dapat digunakan untuk pupuk tanaman hias, pupuk nabati dan pupuk tanaman buah.

Baca Juga : Sayuran yang Baik Dikonsumsi Saat Puasa

Bahan-bahan ini meliputi:

* Minyak nabati;
* Tanaman terkena penyakit;
* Kertas pembungkus logam;
* Kenari;
* Kotak minuman dilapisi dengan logam;
* Kaca; dan
* Karton makanan berminyak (seperti kotak pizza).
Setelah mengetahui bahan mana saja yang bisa dan tidak bisa digunakan, mari kita lanjutkan pembahasan bagaimana cara menggunakan bahan tersebut untuk membuat kompos.

 

Cara membuat kompos sampah organik rumah tangga

1. Alat untuk membuat kompos
* Wadah besar dengan tutup (laras atau laras)
*sarung tangan
* Bahan pembuatan kompos
*Sampah rumah tangga
*lumpur
*Cukup air
* Arang Sekam
* Pupuk EM4 cair sebagai suplemen

Berikut langkah-langkah membuat kompos

Yuk langsung buat kompos mengikuti cara di bawah ini.

1. Siapkan sampah rumah tangga yang akan diolah menjadi kompos.
2. Pisahkan sampah organik (sisa makanan / daun) dari sampah plastik. Ini adalah sampah organik dan akan digunakan sebagai kompos di masa depan.
3. Siapkan wadah besar untuk pengomposan. Jangan lupa bahwa wadah tersebut harus dilengkapi dengan penutup agar tidak mencemari pupuk yang Anda buat.
4. Taruh tanah secukupnya dalam wadah berisi sampah organik. Anda bisa mengatur ketebalannya sesuai dengan jumlah wadah dan sampah organik.
5. Sirami permukaan tanah dengan air secukupnya.
6. Masukkan sampah organik yang sudah disiapkan tersebut ke dalam wadah.
7. Pastikan sampah disimpan secara merata. Ketebalan sampah sedekat mungkin dengan ketebalan tanah
8. Masukkan kembali tanah ke dalam wadah. Kali ini, tanah berfungsi sebagai penutup sampah.
9. Tutup wadah dengan rapat dan biarkan selama kurang lebih tiga minggu.
10. Saat membuat kompos di rumah, perhatikan hal-hal berikut ini:

Pastikan wadah kompos tidak terkontaminasi oleh hujan atau hewan, dan pastikan wadah tersebut tidak terkena sinar matahari. Jika semuanya sudah beres, kini Anda bisa langsung menggunakan pupuk organik ini untuk bercocok tanam di rumah.